Suciwati Berharap Presiden Terpilih Punya Kemauan untuk Usut Kematian Munir

Home / Berita / Suciwati Berharap Presiden Terpilih Punya Kemauan untuk Usut Kematian Munir
Suciwati Berharap Presiden Terpilih Punya Kemauan untuk Usut Kematian Munir Istri mendiang aktivis HAM, Munir Said Thalib, yaitu Suciwati Munir, menyampaikan pesan agar menuntaskan kasus kematian Munir pada pembacaan TGPF Munir, di Kali Metro, Kota Malang (16/10/2019). (foto: Istimewa)

TIMESMANADO, MALANGSuciwati, istri mendiang aktivis HAM, Munir Said Thalib, berharap agar Presiden terpilih punya kemauan untuk menuntaskan gelapnya kasus pembunuhan suaminya.

"Siapa pun presidennya dia harus menuntaskan kasus Munir. Karena ini adalah tanggungjawab negara bukan lagi tentang siapa presidennya. Jangan kemudian saling lempar, ini bukan di era saya," tutur Suciwati saat membacakan hasil TGPF kasus Munir, di Kali Metro, Kota Malang, Rabu (16/10/2019).

Menurutnya kasus pembunuhan suaminya pada 7 September 2004 lalu, enggan ditindaklanjuti oleh Presiden Jokowi. 

"Karena sejak awal kan kami mengatakan bahwa ini adalah ketidakmauan bukan ketidakmampuan. Katanya Presiden sudah tidak punya beban," ujarnya.

Suciwati menjelaskan, bila Presiden memiliki kemauan maka ia kan membentuk sebuah tim investigasi baru untuk menyelidiki siapa pembunuhan Munir. 

"Itu seperti yang kami harapkan. Ada beberapa hal yang hilang menurut eksaminasi dari Komnas HAM," ujarnya.

Suciwati mencontohkan seperti kasus persidangan yang dilakukan terhadap Muchdi PR yang harus diulang karena menurutnya banyak kejanggalan.

Muchdi PR sendiri pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi pada 2008 karena keterlibatannya dengan kasus pembunuhan Munir tersebut. Namun, dia dinyatakan tak terlibat sehingga hakim mengatakan bukti-bukti yang diduga mengarahkan dirinya dalam kasus tersebut dinyatakan lemah. 

"Jadi itu adalah tantangan kita bersama apakah memilih diam atau bersuara," ujar Suciwati. 

Maka dari itu, Suciwati akan terus berupaya untuk mendorong semua lembaga hukum untuk mengusut tuntas peristiwa pembunuhan Munir. "Kami juga menyerukan kepada masyarakat untuk terus kritis bahwa masih belum ada kasus yang belum terselesaikan," tutupnya. 

Sebagai informasi, pada 7 September 2004 lalu, saat melakukan perjalanan udara dari Jakarta menuju Amterdam, Belanda, Munir menghembuskan nafas terakhirnya. Dia meninggal di dalam pesawat dengan penerbangan GA-947 saat transit di Singapura.

Hasil autopsi memperlihatkan ada jejak-jejak senyawa arsenik di dalam tubuhnya.

Meski peristiwa tersebut terjadi 15 tahun silam, namun istri almarhum Munir, Suciwati, terus menuntut keadilan. Dia tetap berharap Presiden yang akan dilantik beberapa hari lagi, punya kemauan keras untuk menuntaskan kasus kematian suaminya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com